HASIL PENGAMATAN KELOMPOK 10
Nama Anggota:
1. Bagus Tri Mustofa (1303625003)
2. Maidah Apriliyani (1303625021)
3. Neza Raisa Azzahra (3103625076)
4. Tiara Risma (1303625034)
Kelas: Pendidikan Kimia B 2025
Hewan
1. Rusa Tutul (Axis axis)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla
Family: Cervidae
Genus: Axis
Species: Axis axis
Ciri-ciri morfologi:
Tubuh coklat kemerahan dengan bintik putih (tutul) permanen.
Tanduk bercabang tiga pada jantan, panjang ± 70–100 cm.
Tubuh ramping, kaki panjang, telinga relatif besar.
Habitat/Lokasi: Ia banyak ditemukan di padang rumput, hutan gugur, dan semak
belukar di India, Nepal, hingga Sri Lanka.
Catatan hasil pengamatan: Rusa tutul cenderung hidup berkelompok, terlihat
waspada, dan aktif di pagi serta sore hari.
Manfaat dan peranan ekologis: Pemakan rumput yang menjaga keseimbangan
vegetasi dan menjadi mangsa penting bagi predator besar
Ciri khas: Pola tutul putih yang tidak berubah.
Jenis dan deskripsi umum: Jantan memiliki tanduk panjang bercabang tiga yang
diperbarui setiap tahun, sedangkan betina tidak bertanduk. Rusa tutul dikenal sebagai
herbivor pemakan rumput, daun muda, dan buah-buahan.
Interaksi yang teramati: Rusa ini sering terlihat saling mendekat dan makan bersama,
sementara pejantan menunjukkan tanda dominasi ketika berinteraksi.
2. Singa (Panthera leo)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Mammalia
Order: Carnivora
Family: Felidae
Genus: Panthera
Species: Panthera leo
Ciri-ciri morfologi:
Jantan memiliki surai tebal sedangkan betina tidak.
Tubuh kekar, gigi taring besar, cakar tajam, warna bulu coklat keemasan.
Habitat/Lokasi: Savana Afrika dan padang rumput kering, dengan sebagian kecil
populasi di India.
Catatan hasil pengamatan: Singa sering menghabiskan sebagian besar waktunya
untuk beristirahat, tetapi sesekali berjalan mengelilingi wilayahnya sambil mengaum
atau mengendus lingkungan.
Manfaat dan peranan ekologis: Sebagai predator puncak, singa memegang peran
ekologis penting dalam mengontrol populasi herbivor.
Ciri khas: Keunikannya terletak pada sifat sosialnya, karena singa merupakan satu-
satunya kucing besar yang hidup berkelompok dalam pride.
Jenis dan deskripsi umum: Karnivor oportunistik.
Interaksi yang teramati: Jantan dan betina sering saling mengendus atau duduk
berdekatan, dengan betina biasanya lebih aktif bergerak.
3. Kadal Lidah Biru (Blue-tongued Skink/Tiliqua scincoides)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Family: Scincidae
Genus: Tiliqua
Species: Tiliqua scincoides
Ciri-ciri morfologi:
Tubuh memanjang, sisik besar mengkilap.
Lidah berwarna biru cerah sebagai mekanisme pertahanan.
Kaki pendek, ekor tebal.
Habitat/Lokasi: Australia dan Papua, terutama pada hutan kering, padang semak, atau
daerah sekitar pemukiman.
Catatan hasil pengamatan: Kadal ini bergerak lambat, sering berhenti untuk
memantau sekitar, dan akan menjulurkan lidah birunya jika merasa terganggu.
Manfaat dan peranan ekologis: Mengontrol populasi serangga dan siput, serta
menjadi mangsa bagi predator lain.
Ciri khas: Lidah biru kontras sebagai tanda peringatan.
Jenis dan deskripsi umum: Omnivor (makan serangga, buah, sayur).
Interaksi yang teramati: Cenderung soliter; jarang berinteraksi kecuali ketika merasa
terganggu.
4. Burung Dara Mahkota Viktoria (Goura victoria)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Aves
Order: Columbiformes
Family: Columbidae
Genus: Goura
Species: Goura Victoria
Ciri-ciri morfologi: Dengan tubuh mencapai 70–75 cm, burung ini memiliki bulu
berwarna biru-ungu, dada merah marun, dan mahkota bulu berbentuk kipas yang
menjadi ciri paling mencolok.
Habitat/Lokasi: Hutan dataran rendah Papua dan Papua Nugini yang lembap dan
rimbun.
Catatan hasil pengamatan: Burung ini cenderung berjalan perlahan di tanah,
mengeluarkan suara lembut, dan sering merapikan bulunya.
Manfaat dan peranan ekologis: Dalam ekosistem hutan tropis, ia berperan sebagai
penyebar biji sehingga membantu regenerasi tanaman.
Ciri khas: Ukurannya yang besar dan mahkota yang elegan menjadikannya salah satu
burung merpati paling unik di dunia.
Jenis dan deskripsi umum: Frugivor–granivor (memakan buah & biji).
Interaksi yang teramati: Burung ini biasanya berinteraksi dalam pasangan atau
kelompok kecil, sesekali mendekat satu sama lain saat mencari makan.
5. Burung Unta (Struthio camelus)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Aves
Order: Struthioniformes
Family: Struthionidae
Genus: Struthio
Species: Struthio camelus
Ciri-ciri morfologi: Tubuhnya sangat besar dengan leher dan kaki panjang, memiliki
dua jari di tiap kaki, dan tidak mampu terbang. Jantan berbulu hitam-putih, sedangkan
betina berwarna lebih kusam yaitu coklat keabu-abuan.
Habitat/Lokasi: Savana dan daerah kering Afrika.
Catatan hasil pengamatan: Burung unta banyak berjalan atau berlari kecil sambil
sesekali menunduk untuk memakan rumput, biji, atau serangga.
Manfaat dan peranan ekologis: Dalam ekosistem, ia membantu penyebaran biji dan
mengontrol populasi serangga.
Ciri khas: Kecepatan larinya yang bisa mencapai sekitar 70 km/jam serta telurnya yang
sangat besar
Jenis dan deskripsi umum: Omnivor ringan: memakan tumbuhan, serangga, dan
benda kecil untuk membantu pencernaan (gastrolith).
Interaksi yang teramati: Burung unta sering bergerak berkelompok dan satu individu
akan berdiri lebih tegak sebagai pengawas.
6. Beruang Madu (Helarctos malayanus)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Mamalia
Ordor: Carnivora
Family: Urside
Genus:Helarctos
Species: Helarctos malayanus
Ciri-ciri morfologi: Bulu hitam pendek, kasar, terdapat tanda “U” berwarna krem
keputiham di bagian dada, mempunyai lidah yang panjang dan memiliki tubuh terkecil
dalam keluarga beruang
Habitat/Lokasi: Hutan hujan Tropis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia,
dan Thailand
Catatan hasil pengamatan: Pandai untuk memanjat pohon.
Manfaat dan peranan ekologis: Pengendali populasi serangga dan hewan kecil.
Ciri khas: Terdapat logo “U” di dada, dan memiliki lidah yang Panjang
Jenis dan deskripsi umum: Mamalia karnivora terkecil dalam keluarga beruang yang
banyak menghabiskan waktunya di pepohonan
Interaksi yang teramati: Sering berintraksi dengan pohon untuk tempat singgahsana
mereka.
7. Buaya Muara (Crocodylus porosus)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Reptilia
Ordo: Crocodilia
Family: Crocodylidae
Genus: Crocodylus
Species: Crocodylus porosus
Ciri-ciri morfologi: Tubuh besar dan bersisik, Moncong yang lebar, rahang kuat,
mempunyai gigi yang tajam
Habitat/Lokasi: Muara sungai, rawa bakau, dan perairan pantai Asia Tenggara dan
Australia
Catatan hasil pengamatan: Buaya terbesar di dunia, predator puncak di habitatnya.
Manfaat dan peranan ekologis: Pengendali populasi hewan lain, Indikator kesehatan
ekosistem perairan
Ciri khas: Ukuran tubuh sangat besar, toleransi terhadap air asin.
Jenis dan deskripsi umum: Reptil air yang ganas dan buas, dan merupakan spesies
buaya terbesar
Interaksi yang teramati: Memangsa ikan, dan terkadang membuka mulut saat
berjemur.
8. Ular Sapi (Ptyas mucosa)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Family: Colubridae
Genus: Ptyas
Species: Ptyas mucosa
Ciri-ciri morfologi: Tubuh yang panjang dan ramping, berwarna coklat zaitun hingga
kehitaman
Habitat/Lokasi: Sawah, ladang, hutan, dan daerah terbuka di Asia Tropis.
Catatan hasil pengamatan: Tidak berbisa, mungkin sering ditemui di dekat
permukiman
Manfaat dan peranan ekologis: Pengendali populasi tikus dan hama lainnya.
Ciri khas: Memiliki kecepatan bergerak yang sangat tinggi
Jenis dan deskripsi umum: Ular tidak berbisa yang gesit dan aktif di siang hari
Interaksi yang teramati: Memangsa dengan cara melilit lawannya
9. Ular Sanca (Malayopython reticulatus)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Family: Pythonidae
Genus: Malayopython
Species: Malayopython reticulatus
Ciri-ciri morfologi: Pola kulit seperti jala dengan warna kulit coklat, kuning, dan hitam
mencolok.
Habitat/Lokasi: Hutan tropis, Savana, dan dekat sungai di Asia Tenggara
Catatan hasil pengamatan: Ular terpanjang di dunia, dengan membunuh dengan cara
melilit, memiliki kemampuan berenang yang baik.
Manfaat dan peranan ekologis: Pengendali populasi mamalia sedang seperti babi
hutan atau rusa.
Ciri khas: Pola kulit unik seperti jala, ukuran tubuh yang sangat panjang
Jenis dan deskripsi umum: Ular pembelit (konstriktor) terpanjang didunia
Interaksi yang teramati: Memangsa mamalia sedang dengan cara melilit lawannya
hingga mati
10. Ikan Arwana (Scleropages formosus)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Animalia
Division: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Osteoglossiformes
Family: Osteoglossidae
Genus: Scleropages
Species: Scleropages Formosus
Ciri-ciri morfologi: Tubuh pipih memanjang, sisik besar berkilau metalik, mulut
mengarah keatas
Habitat/Lokasi: Sungai dan danau air tawar di Asia Tenggara termasuk Kalimantan
dan Sumatra.
Catatan hasil pengamatan: Perenang yang anggun dan perawat telur yang baik
(mouthbrooder)
Manfaat dan peranan ekologis: Predator puncak dalam rantai makanan perairan tawar
Ciri khas: Sisik berwarna metalik yang mengkilap, dianggap ikan pembawa
keberuntungan
Jenis dan deskripsi umum: Ikan hias tawar yang sangat berharga dan bernilai
ekonomoi tinggi
Interaksi yang teramati: Memangsa serangga dan hewan kecil di permukaan air
Tumbuhan
1. Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Fabales
Family: Fabaceae (subfamili Mimosoideae)
Genus: Leucaena
Species: Leucaena leucocephala
Ciri-ciri morfologi: Pohon kecil, daun majemuk menyirip, bunga putih kekuningan,
buah polong panjang berisi banyak biji.
Habitat/Lokasi: Daerah tropis, tepi jalan, ladang, pekarangan.
Catatan hasil pengamatan: Sangat rindang
Manfaat dan peranan ekologis: Pakan ternak, peneduh, memperbaiki kesuburan
tanah (akar mengikat nitrogen).
Ciri khas: Polong panjang dengan biji kecil.
Jenis dan deskripsi umum: Tanaman leguminosae, mudah tumbuh liar.
Interaksi yang teramati: Ditanam sebagai peneduh di tempat wisata.
2. Pandan (Pandanus amaryllifolius)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Spermatophyta (Tracheophyta)
Class: Liliopsida (Monokotil)
Order: Pandanales
Family: Pandanaceae
Genus: Pandanus
Species: P. amaryllifolius
Ciri-ciri morfologi: Daun panjang sempit hijau, beraroma khas, tumbuh berumpun.
Habitat/Lokasi: Pekarangan, kebun, daerah lembap.
Catatan hasil pengamatan: Daun dipetik untuk masakan.
Manfaat dan peranan ekologis: Pewangi makanan, tanaman hias.
Ciri khas: Aroma harum pada daun
Jenis dan deskripsi umum: Tanaman perdu beraroma.
Interaksi yang teramati: Dimanfaatkan manusia untuk kuliner.
3. Lidah Buaya (Aloe vera)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta (Angiospermae)
Class: Liliopsida (Monokotil)
Order: Asparagales
Family: Asphodelaceae
Genus: Aloe
Species: Aloe vera
Ciri-ciri morfologi: Daun tebal berdaging, hijau, bergerigi di tepi, mengandung gel
transparan.
Habitat/Lokasi: Daerah kering, pekarangan, pot.
Catatan hasil pengamatan: Daun menyimpan air, gel sering dipanen, bau khas.
Manfaat dan peranan ekologis: Hemat air
Ciri khas: Gel dalam daun dan bau khas.
Jenis dan deskripsi umum: Tanaman sukulen.
Interaksi yang teramati: Dimanfaatkan manusia untuk kesehatan/kosmetik.
4. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Liliopsida (Monokotil)
Order: Asparagales
Family: Asparagaceae
Genus: Sansevieria (sering digabung ke Dracaena)
Species: S. trifasciata
Ciri-ciri morfologi: Daun tegak, kaku, panjang, hijau dengan corak kuning/putih di
tepi.
Habitat/Lokasi: Pot hias, pekarangan, ruangan.
Catatan hasil pengamatan: Tahan kering, tumbuh tegak.
Manfaat dan peranan ekologis: Penyerap polutan udara, tanaman hias.
Ciri khas: Daun tegak seperti pedang.
Jenis dan deskripsi umum: Tanaman hias indoor/outdoor.
Interaksi yang teramati: Dimanfaatkan manusia sebagai penghias ruangan.
5. Pohon Anggur (Vitis vinifera)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta (Tracheophyta)
Class: Magnoliopsida (Eudikotil)
Order: Vitales
Family: Vitaceae
Genus: Vitis
Species: Vitis vinifera
Ciri-ciri morfologi: Tanaman merambat, daun menjari, buah bulat kecil hijau/ungu
bergerombol.
Habitat/Lokasi: Daerah subtropis/tropis, kebun, pekarangan dengan rambatan.
Catatan hasil pengamatan: Buah tumbuh bergerombol, sering dimakan
burung/serangga.
Manfaat dan peranan ekologis: Buah sebagai pangan, bahan minuman, tanaman hias.
Ciri khas: Buah bergerombol dengan rasa manis/asam.
Jenis dan deskripsi umum: Tanaman merambat penghasil buah.
Interaksi yang teramati: Dimanfaatkan manusia, menarik serangga penyerbuk.
6. Biola Cantik (Ficus lyrata)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Rosales
Family: Moraceae
Genus: Ficus
Species: Ficus lyrata
Ciri-ciri morfologi:
Daun besar berbentuk seperti biola.
Warna daun hijau gelap dengan urat tebal.
Batang tegak, tekstur kayu.
Pertumbuhan daun jarang tetapi berukuran besar.
Habitat/Lokasi: Tumbuh di tempat terang dengan cahaya tidak langsung. Umum
sebagai tanaman indoor dan taman tropis.
Catatan hasil pengamatan:
Sensitif terhadap perubahan kelembapan.
Daun mudah berdebu jika diletakkan di ruangan.
Pertumbuhan lambat namun stabil.
Manfaat dan peranan ekologis:
Menyerap polusi udara dalam ruangan.
Menambah kelembapan ruang.
Tanaman hias estetis.
Ciri khas: Daun mirip bentuk biola dan berurat tebal.
Jenis dan deskripsi umum: Tanaman ini terkenal sebagai dekorasi interior karena
tampilannya yang dramatis dan kemampuannya membersihkan udara. Pertumbuhannya
memerlukan cahaya terang tidak langsung dan kelembapan cukup agar daun tetap sehat.
Interaksi yang teramati: hanya debu yang sering menempel di daun.
7. Asam Londo (Tamarindus indica)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Fabales
Family: Fabaceae
Genus: Tamarindus
Spesies: T. indica
Ciri-ciri morfologi:
Daun majemuk kecil tersusun rapi.
Batang besar, beralur.
Buah polong coklat berisi daging masam.
Tajuk pohon melebar.
tersusun rapi.
Batang besar, beralur.
Buah polong coklat berisi daging masam.
Tajuk pohon melebar.
Habitat/Lokasi: Daerah tropis kering, halaman, tepi jalan
Catatan hasil pengamatan: Daun sebagian gugur saat musim kemarau.
Manfaat dan peranan ekologis: Buah untuk bumbu masakan dan obat, peneduh dan
pencegah erosi.
Ciri khas: Buah polong panjang berasa asam kuat
Jenis dan deskripsi umum: Merupakan pohon besar tropis yang memiliki nilai
ekonomis tinggi berkat buahnya yang sering dimanfaatkan dalam masakan dan
pengobatan tradisional. Pohon ini sangat tahan terhadap kekeringan dan dapat bertahan
hidup di tanah berkualitas rendah. Struktur perakarannya yang kuat membantu
menahan erosi dan memperkuat tanah.
Interaksi yang teramati: Serangga kecil sering hinggap pada daun
8. Jeruk Limau (Citrus amblycarpa)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Fabales
Family: Fabaceae
Genus: Tamarindus
Spesies: T. indica
Ciri-ciri morfologi: Duri pendek di batang, daun hijau mengilap, buah kecil bulat
hijau, aroma kuat pada daun
Habitat/Lokasi: Dataran rendah tropis
Catatan hasil pengamatan:
Sering diserang kutu daun, menghasilkan pucuk baru dengan cepat, aroma daun kuat
bila diremas.
Manfaat dan peranan ekologis: Penyedap masakan, minyak atsiri, menarik serangga
penyerbuk.
Ciri khas: Aroma daun sangat kuat
Jenis dan deskripsi umum: Habitatnya di kebun rumah, pekarangan, dan lahan
pertanian. Memerlukan cahaya matahari penuh dan tanah gembur. Umum di daerah
dataran rendah tropis.
Interaksi yang teramati: lebih kecil dan kutu daun sering muncul.
9. Bambu Kuning (Bambusa vulgaris var. striata)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Liliopsida
Order: Poales
Family: Poaceae
Genus: Bambusa
Spesies: B. vulgaris
Ciri-ciri morfologi:
Batang kuning dengan garis hijau vertikal.
Daun memanjang, tipis, dan bergerigi halus.
Tumbuh berumpun rapat dengan tinggi mencapai beberapa meter.
Habitat/Lokasi: Daerah lembap dan tanah subur. Umum ditanam di taman,
pekarangan, dan dekat aliran air.
Catatan hasil pengamatan: Pertumbuhan rumpun cepat dan menyebar, warna batang
lebih cerah saat mendapat cahaya penuh, banyak serangga kecil ditemukan di sela
rumpun.
Manfaat dan peranan ekologis: Menguatkan tanah dan mencegah erosi, digunakan
sebagai tanaman hias dan pagar alami, menjadi tempat berlindung bagi serangga.
Ciri khas: Batang berwarna kuning terang dengan garis hijau.
Jenis dan deskripsi umum: Banyak ditemukan sebagai tanaman hias pekarangan.
Suka area lembap dan terbuka. Tumbuh baik di tanah subur dekat aliran air.
Interaksi yang teramati: Beberapa serangga kecil terlihat hidup dan berlindung di
rumpunnya.
10. Bidara (Ziziphus mauritiana)
Klasifikasi Taksonomi:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Rosales
Family: Rhamnaceae
Genus: Ziziphus
Spesies: Z. mauritiana
Ciri-ciri morfologi: Daun kecil oval dan mengilap, cabang berduri tajam, buah bulat
hijau sampai kekuningan.
Habitat/Lokasi: Daerah panas dan kering. Banyak ditemukan di pekarangan, pinggir
jalan, dan lahan terbuka.
Catatan hasil pengamatan: Daun kecil oval dan mengilap, cabang berduri tajam, buah
bulat hijau sampai kekuningan.
Manfaat dan peranan ekologis: Daun digunakan dalam pengobatan tradisional, buah
dapat dikonsumsi, menjaga kestabilan ekologis di daerah kering.
Ciri khas: Daun kecil mengkilap dan cabangnya berduri
Jenis dan deskripsi umum: Tumbuh di daerah panas dan kering seperti lahan terbuka
atau semak belukar. Banyak ditemukan di pekarangan atau pinggir jalan pedesaan.
Tahan kekeringan.
Interaksi yang teramati: Sering digunakan tempat bertengger burung kecil dan
didatangi serangga.